Featured Slider

12.23.2015

Pulang Kampung Naik Kereta Api... Tut tut tut....

Waktu nulis post ini lg di atas kereta api. Dari pada bengong mending nulis d blog.

Jadi keinget lagu ini waktu di kereta
Naik kereta api
Tut tut tut
Siapa hendak turun
Ke Bandung Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik keretaku tak berhenti lama

Lagu yang menurutku opppsss, kalau diterapkan ini lagu bisa bangkrut PT KAI.

Untuk saat ini kereta api adalah transpotasi yang paling oke. Menurutku ya ini dilihat dari segi budget dan jadwal keberangkatannya.

Tapi untuk dapet tiket waktu long weekend itu butuh perjuangan. Kudu pesen jauh jauh hari. Kalau ga kudu tiap saat mantengin situs KAI siapa tau ada yang batalin atau ada kereta tambahan.

Memang pengalaman adalah guru terbaik. Tapi menurutku ya ga usah ngalamin yang buruk-buruk. Liat pengalaman orang lain aja udah cukup. Trus kalau bisa jangan dilakuin.

Pengalaman yang pertama adalah, jeng jeng....
Jangan ngrokok saudara saudari sebangsa dan setanah air. Sekarang PT KAI bener-bener tegas, jangan main-main. Ceritanya naik kereta api ekonomi dari Jogja ke Purwokerto. Ada seorang mas-mas yang ngrokok d borders. Didatengin lah sama bapak-bapak keamanan. Disuruh balik ke tempat duduk trus ambil tiket. Nah masnya disuruh bacain aturan yang ga boleh ngrokok di dalam kereta api. Bacanya pelan ga kedengeran. Petugas keretanya bilang yang lain dengar? Kompakan pada jawab engga. Ulangin lagi ampe 3 kali gara-gara suara lemah gemulai. Malunya ampun-ampun kan.

Yang kedua, perhatikan stasiun keberangkatan dan kedatangan waktu memesan. Jangan ampe kebalik.
Ini waktu lebaran tahun 2015. Ada seorang bapak-bapak yang dari Surabaya ke Solo tapi beli tiketnya dari Solo ke Surabaya. Kebalik deh. Akhirnya di stasiun berikutnya diturunin buat beli tiket dengan jurusan yang bener. Untung masih ada kursi kosong. Jadi bisa naik kereta yang sama.

Cerita yang ketiga mirip sama cerita yang kedua. Tapi ini karena salah tanggal waktu beli.
Yang ini malah bapak-bapak yang duduk di sampingku. Trus baru pertama naik kereta karrna lama di kalimantan. Harusnya beli buat jumat, malah belinya dihari kamis. Terpaksa deh diturunin. Trus nasipnya ga jelas gimana.

Nah ini pengalaman pribadiku. Jangan menyepelekan beli tiket. Jangan santai go show aja pasti dapet tiket.
Nah ceritanya dari Jogja mau balik ke Surabaya. Nyantai siangnya ga beli tiket, nanti belinya waktu mau berangkat aja. Nah sampai di stasiun jadwal yang paling oke (pas sama jadwal masuk kantor) abis semua. Panik pasti lah. Udah tengah malem, distasiun sendiri (udah ditinggal sama yang nganter karena terlalu pede bilang bakal dapet kereta). Akhirnya dapet kereta yang kalau nyampe kantor pasti telat. Ya sudah pasrah, izin manager langsung. Untung boleh masuk peron, padahal masih 3 jam lebih kereta berangkat. Tidur deh di stasiun akhirnya. Nyampe Surabaya rada telat. Kesialan hari senin pagi ternyata belum berakhir di kereta api ternyata. Tapi karena ini cerita tentang kereta api, kesialan hari senin berlanjut di postingan berikutnya.

Selamat menikmati dan sampai jumpa diperjalan berikutnya.


12.01.2014

Tempat jual benang renda (crochet) atau rajut (knit) di Yogyakarya

Beberapa waktu ini lagi hobi belajar renda sama rajut. Entah kenapa untuk beli benang kalo beli online belum sreg. Takut jenis benang yang diharapkan tidak sesuai kenyataan. Selain itu kalo benangnya kurang dikit kan berabe belinya jauh, iya kalo masih ada kalo engga bisa puyeng. Benang lokal menurutku masih banyak kelemahan dibandingkan benang impor (ini ga bahas tentang mutu tapi lebih ke pengemasannya si). Nah ini beberapa berbedaannya menurutku:
  • Kalo benang impor tu jelas komposisi benang terbuat dari apa misalnya 100% cotton, atau 50% cotton 50% silk (udah otomatis ada keterangannya setiap gulung)
  • Berat dan panjang benang juga tertera di setiap kemasannya
  • Dijelasin juga benangnya cocok untuk hakken atau breien nomor berapa
  • Setiap warna mempunyai kode yang jelas
Tapi kalo untuk jarum crochet atau knit aku lebih seneng beli online solanya belum nemu tempat yang lengkap untuk jual alatnya dengan harga yang miring. Lanjut bahas benang lagi, ada beberapa toko yang menjadi langganan untuk beli benang di Yogyakarta (aku tinggal di Yogyakarta dari lahir sampai sekarang). Beberapa toko yang aku tahu jual benang:
  • Toko Cantik Gaby. Di jalan Mangkubumi (depan KR). Disini jual benang lokal dan benang impor. lumayan lengkap. Banyak jual katun lokal, benang polychery, nylon, rayon, dll. Pilihan warnanya banyak, tapi untuk benang impornya menurutku mah*l.
  • Poyeng. Di jalan Palagan Tentara Pelajar. Disini benangnya "ngemesin" walaupun buatan lokal tapi menurutku kualitasnya bagus pilihan jenis benangnya juga banyak. Selain itu kita bisa belajar kniting gratis (sambil ngrajut liat benang-benang yang menggoda). Kalo belajar crochet kemarin waktu main-main kesana aku tanya sama mbak-mbaknya yang jaga dia bisanya kniting.
  • Gita Galeri Rajut, Di jalan Kaliurang. Di sini benangnya mirip-mirip sama Poyeng. Aku kenal sama yang punya. Asik diajak "ngrumpi" tentang perajutan dan perendaan. Harganya juga recommended banget.
  • Narwastu. Di daerah Lempuyangan. Nah kalo yang ini memang pilihan benangnya ga banyak, tapi tetep jual benang katun lokal, nilon, dll. Disini selain belanja benang kita bisa beli pernak-pernik buat kerajinan (manik-manik, pita, flanel, dll)
  • Jolie. Di dekat perempatan Pingit. Mirip sama Narwastu.
  • Satria. Di Pasar Beringharjo. Sama kaya Narwastu.
Baru itu tempat jual benang yang aku tahu di daerah Yogyakarta. Ada beberapa toko benang jahit juga yang jual benang katun lokal, tapi menurutku stoknya ga banyak dan pilihannya juga cuma sedikit, jadi aku ga cantumin. Oh iya, Toko Cantik Gaby, Poyeng, dan Gita Galeri Rajut juga punya toko online.

5.02.2013

Servis Kamera di Jogja

Kamera yang diservis beberapa hari yang lalu benernya kamera jadul, serinya Canon PoweShot A590 IS belinya Juli 2008. Kameranya masih bagus, cuma ga bisa dipencet tombol off, jadi nyala terus ga bisa mati kecuali batrainya habis. Cari-cari di internet dimana lokasi benerin kamera di Jogja. Akhirnya diputuskan ke daerah Jl. Asem Gede, deket perempatan Tugu.

Sore-sorean dateng ke tempat servis, termyata tukang servisnya udah pulang, jadi cuma dibikinin bukti servis sama pegawainya, dan bakal dikabarin besok soal biaya. Hari berikutnya dapet sms konfirmasi biaya jika kameranya mau diservis sekaligus konfirmasi apa kameranya mau diservis. Menurutku agak mahal biaya servisnya, tapi akhirnya tetep diservis. Beberapa hari kemudian, dapet sms kalo kameranya dah jadi, sorenya kuambil kameranya, ternyata tempat batreinya kotor (pokoknya platnya, ga tau namanya apa) jadi cuma dibersihin dan ga ada penggantian suku cadangnya. Kameranya masih pake batrei AA. Kata pegawainya untuk kerusakan yang sama ada garansi 1 bulan.

Kesan-kesan servis di tempat ntu
- Masnya yang jaga di depan kurang ramah, kalo ditanya hampir semuanya ga tahu tempe.
- Agak mahal, trus kurang bisa jelasin kenapa bisa rusak apa yang diganti, dll.
- Untuk hasilnya belum dicoba secara maksimal kameranya, soalnya batreinya yang dirumah ga oye

1.29.2013

Pengantin Agun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Tata upcara Pengantin
1. Majang dan Tarub
          Majang adalah menghias krobongan 'pasarean tengah' dari dalem prabayeksa dan dalem 'rumah  pengantin putra, serta pasareyan pajangan 'tempat tidur mempelai berdua'. Krobongan adalah ruang tengah dari rumah pokok yang disakralkan., biasanya untuk menyimpan benda-benda pusaka.
Hiasan yang digunakan seperti daun sisrih, kain kecil-kecil bermotif sindur, bangun tulak, gadhung mlati, mayang sekar, podhang cinucup, pandhan binethot, dan pacing tawa. Kain-kain lurik ukurankecil dengan motif kawung, sulur, ringgin, gedhog madu, pliwitan, puluh watu, lurik pali, dan lurik dringin dengan benang emas. Kain-kain kecil lain yang juga diperlukan adalah yang dubuat dari bahan katun biasanya yaitu pethakan dan lotrok atau letrek. Di krobongan harus ada sepasang cangkolan berbentuk pesi beri, di depangnya juga diletakan patung loro blonyo, kecohan, dan klemuk.
          Tarub adalh upacara menghias pendhapa serta membuat tambel, dengan hiasan pokok berupa janur kuning.
             Majang dan tarub dikerjakan lima hari menjelang acara pokok yaitu ijabipun penganten kakung. Sejak saat majang dan tarub kedua penganntin mengalami masa nyengker 'dipingit, dibatasi aktivitasnya' dari masyarakat dan dunia luar. Nyengker mengandung makna agar kedua calon mempelai benar-benar dalam keadaan bersih secara spiritual, tidak terkotori lingkungan dan kekuatan dari luar rumah, dijaga dan diawasi kesehatan lahir batinya.
             Calon mempelai wanita disengker di Keputren, sedangkan calon mempelai pria di Kasatrian. Sebelum disengker calon mempelai pria harus menghadap terlebih dahuli kepada Sri Sultan untuk meminta doa restu di Tratag Bangsal Kencana.
             Di tempat-tempat yang dianggap sakral biasanya telah diletakan sesaji. Sajen 'sesaji" untuk krobongan dan pasareyan pajangan adalah tumpeng robyong, tumpeng gundhul, ayam gesang 'ayam hidup', tumbasan peken 'jajan pasar', pisang ayu, sedah ayu 'sirih',  gendis kelapa 'gula kelapa', gendis jawi 'gula jawa', sekeping mata uang benggol, klapa satebonipun satunggal gandeng 'sepasang kelapa dengan sabutnya', tebu, pantun 'padi', jenang tiga warna 'bubur/dodol tiga warna', tindih yatra 18 sen, sekar setaman 'bunga setaman', dan megar mayang serakit 'sepasang mayang. Sesaji tersebut ditempatkan pada cething atau tebok 'nyiru' atau cowek 'cobek tanah' dan harus ada cuplak 'pelita' yang terus mennyala.

2. Siraman
          Siraman 'mandi ritual' dimaksudkan agar kedua calon pengantin menjadi bersih secara lahir batin. yang mendapat tugas memandikan calon pengantin wanita adalah para putri yang sudah berkeluarga lokasi siraman  berada di Keputren, sedangkan calon pengantin pria berlangsung di Kasatriyan.
         Perlengkapan  yang ada antara lain siwur 'gayung' dari perak, sabun mandi dalam tempat perak, campuran tujuh pelembut kulit dalam tempat dari perak, pengaron besar 'tempat air', klenting 'tempat air terbuat dari tanah', dan air yang ditburi berbagai macam bunga dan daun bunga. Selain itu harus disediakan berbagai kain sebagai syarat, terdiri dari kain kliwatan, sembagi, bangun tulak, letrek, gadhung mlathi, godhong kluwih, dan lurik padi. Adapun sesaji yang harus disediakan adalah sekul wuduk, sekul pumar, sekul gebuli, sekul ambengan, sekul asrep-asrepan, tumpeng arupi damar, tumpeng kendhit, tumpeng megana, tumpeng duplak, tumpeng kapuranta, tumpeng rapa, tumpeng robyong, tumpeng gundhul, tumbasan peken, gendhis-klapa-wos, pisang ayu, pala gumantung, pala kesimpar, pala kapendem, kupat lepet, jongkong inthil, opak angin pleret, srabi, klepon, ketos kolak,apem ketos warni pitu, rujak warni pitu, jenang pitu, tebu pantun, impling, dan yatra tindhih 18 sen.
            Selesi sirama, penganting wanita dan pengantin pria dikertik 'dihilangkan' bulu halus di tengkuk, kening, dan wajah. Calon pengantin wanita selanjutnya dirias grambyangan 'dasaran' dan pidih.

3. Lenggah Midadareni
              Tahap ini dilaksanakan pada malam hari setelah upacara siraman, diadakan di Kepitrn maupun di Kasatriyan. Upacara lenggah midadareni merupakan upaya untuk memperoleh wahyu dari para bidadari, hingga penampilan jasmani dan rohani kedua calon pengantin pada saat upacara tampak cemerlang, berpamor dan sempurna.

4. Panantunipun Pengantin Putri
                Merupakan acara resmi di depan penghulu yang dilakukan oleh Sri Sultan sebagai ayah calon pengantin wanita, intinya menanyakan apakah putrinya bersedia dinikahkan dengan calon mempelai pria yang telah dilamar dan Sri Sultan. Tentunya calonpengantin wanita tidak akan menolak titah ayahanda dan rajanya. Upacara dengan tatanan khas keraton Yogyakarta ini dilaksanakan di emper 'bangunan samping' bagian utara dalem Prabayeksa.

5. Ijabhipun Penganten Kakung
              Taham ini merupakan tahapan terpenting dari selururh rangkaian upacara perkawinan agung. Pada upacara ini pengantin pria dinikahkan secara sah dengan pengantin wanita. Upacara ini diselenggarakan di Mesjid Panepen yang terletak di bagian barat laut keraton. Calon mempelai pria duduk bersama penghulu, berhadapan dengan Sri Sultan dan para pangeran  serta bupati yang bertugas mendampingi Sri Sultan. Sebelum upacara ijab dilangsungkan dhuwung 'keris' dipunggung harus dilolos 'diambil', dan upacara ijab tersebut diucapkan dalam bahasa bagongan yaitu bahasa Jawa yang khas dipergunakan dalam lingkunagn keraton saja. Pengantin pria juga diwajibkan mengucapkan Taklik janji dalem 'janji-janji pengantin pria terhadap istrinya'. Adapun mas kawin berupa Al Qur'an. Pada upacara ini pengantin wanita tidak dihadirkan
               Sajen yang disediakan pada upacara ini terdiri dari pisang ayu, sedhah ayu, jambe, gambir, tembakau, enjet, sekar telon (mlathi, kanthil, dan kenanga), serta kemenyan.

6. Dhaupipun Penganten.
             Tahap ini merupan upacara seremonial (bertemu) antara oengantin pria dan pengantin wanita, diselenggarakan sesaat setelah upacara ijabhipun penganten kakung, sehingga merupakan satu rangkaian. Pada upacara inilah kedua pengantin bertemu secara resmi dengan mengenakan paes ageng 'tata rias dan busana pengantin keraton' yang sangat lengkap dan anggun. Gamelan Munggang dan Kodhok Ngorek akan dibunyikan mengirini upacara ini, suasana magis akan menyelimuti prosesi sakral itu. Sajen paes ageng yaitu tumpeng gundhul, tumbasan peken, gendhis-klapa-wos, sedah ayu, ketos warni pitu, jenang warni tiga, dan yatra tindih 18 sen.

7. Lenggah Ageng
               Tahapan ini merupakan perayaan atau resepsi perkawian agung yang dilaksanakan dengan sangat megah. Upacara berawal di Bangsal Kencana dan berakhir/berpusat di Kasatriyan. Sejak sore hari edan-edanan 'penari dengan busana layaknya orang gila' yang terdiri dari 14 pasang telah siap di pelataran keraton, demikian juga dengan prajurit berjajar sepanjang bagian pelataran yang menujju ke Kasatriyan. Para pembesar keraton hadir dengan mengenakan busana kebesaran sesuai dengan pangkat dan kedudukan mereka.
                 Para petugas yang melayani resepsi terdiri dari sewidakan serta para keparak, demikian pula para pembawa ampilan yang berjumlah berpuluh-puluh. Para musisis telah bersiap di Bangsal Mandhalasana dan pa ninyaga ' penabuh gamelan' bersiap di kedua Gedhong Gangsa.
             Lenggahan ageng dimulai dengan tampilnya dua orang puteri bagi mempelai pria dengan tugas menghantrakan sanggan lampah panyuwunipun penganten dan sanggan tebusan penganten. Sanggan-sanggan itu sendri deibawa oleh keparak dari Kasatriyan menuju Bangsal Prabayeksa dan akan diterima oleh Kanjeng Ratu Pembayun dan puteri tertua di Keputren. Masing-masing berisi pisang ayu, sedhan ayu, jampe, gambir, sata kedhu, enjet, sekar telon, kemenyan, kisi, lawe, lisah sundhul langit, jungkat, suri, pengilon, kunir asem, dan yatra 25 uwang. Semua diletakan di petadhahan. Selanjutnya calon penganten pria didampingi

Sumber: Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S. 2001. Pengantin Indonesia: Upacara Adat Tata Busanan dan Tata Rias. Magelang: Tamboer Press bekerja sama dengan Perkasa Adiluhung.

1.22.2013

Labuhan Segoro Kidul (Labuhan Pantai Selatan)

Labuhann adalah salah satu ritual yang dilakukan Kraton Yogyakarta yang dilakukan dengan memgirimkan sesaji di tempat-tempat sakral pada waktu-waktu tertentu. Menurut cerita labuhan di pantai selatan dilakukan karena perjanjian antara Panembahan Senapati (Raden Sutawijaya) dengan penguasa Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul. Dalam perjanjian tersebut Kanjeng Ratu Kidul akan membantu segala kesulitan yang dialami Panembahan Senapati dan anak keturunannya. Sebagai balasannya Panembahan Senopati beserta anak keturunnyanya wajib memberikan persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul yang kini disebut dengan Labuhan. Dalam kepercayaan setempat apabila kewajiban tersebut dilalaikan oleh anak keturunan Panembahan Senopati maka Kanjeng Ratu Kidul akan murka dan mengirimkan tentara makhluk halus untuk menebar bencana dan penyakit. Namun jika Labuhan dilakukan maka Kanjeng Ratu Kidul akan menjaga anak keturunan Panembahan Senopati dan rakyatnya serta segala sesuatu yang ada di wilayang kerajaan Mataram.
Semenjak perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 Labuhan menjadi tradisi di kerajaan Mataram. Labuhan dilakasanakan setahun sekali menurut perhitungan Jawa.

12.23.2012

Creambat part 1

Creambath..... Apa itu????

Aku juga belum pernah ke salon melakukan ritual yang bernama creambath, paling banter cuma kramas trus potong rambut. Katanya orang-orang si kepalanya dipijit-pijit dikasih krim terus pakai kaya helm astronot.
Baca-baca artikel dari salah satu majalah remaja ulasan tentang creambath. Kukasih bocoran yang bayak dari majalahnya :D

Pertama manfaat creambath:
1. Jenis perawatan untuk lapisan luar rambut, agar rambut sehat dan nggak mudah kering. Nah lo... rambutku berminyak, mungkin bisa bikin rambut menjadi bercahaya, jadi harusnya hemat listrikkan karena rambut cewek-cewek pada bercahaya :D
2. Krimnya banyak variasinya dari rasa, untuk rambut jenis apa, dan untuk perawatan rambut yang seperti apa.
3. Dapat mengembalikan kesegaran rambut yang terkena sinar matahari, polusi, pemakaian bahan kimia serta sering di catok, blow, curly, dll
4. Membantu mencegah penuaaan dini pada rambut. Tanda penuaan dini pada rambut : rambut menipis, terlihat lepek, kasar, dan sulit diatur (rambutku memenuhi keempat kriteria T.T, rambutku)
5. Memberikan efek releks pada padan karena bakal dipijit-pijit dari punggug, lengan, dan bahu.

Kedua jenis krim creambath:
1. Stroberi : mengatasi rambut bercabang, lebih bersinar dan halus
2. Gingseng : cocok untuk rambut rontok dan mudah patah, selain itu dapat untuk menyehatkan rambut, mencegah kerontokan dan patah, serta melebatkan rambut.
3. Lidah buaya : cocok untuk rambut normal. Lidah buaya dapat membersihkan, menjaga kelembaban dan melebatkan rabut

Bersambung....

Radang Mata

Beberapa bulan yang lalu sebelum pergi bermipi alias tidur, tiba-tiba mata sebelah terus berair dan terasa perih. . Karena sudah terlalu mengantuk dan kupikir bakal baik setelah tidur, sakit mata tidak dipikirkan dalam-dalam. Paginya ada acara jalan sehat, sambil sakit mata pergi menuju lokasi naik motor dengan mata satu terpejam :(. Pikiran pertama mungkin ada bulu mata yang salah tumbuh, sebab setelah diberi obat tetes mata tidak kunjung membaik. Sampai siang mata terus berair dan terasa perih, akirnya diputuskanlah pergi ke dokter mata. Di daerah Yogyakarta ada rumah sakit khusus mata, pergilah ke rumah sakit itu bersama cowokku karena semakin susah untuk membuka mata. Sesampainya di rumah sakit mata ternyata sudah tutup dan baru dapat dilayani pada hari minggu. Sakit mata dimulai hari sabtu malam. Putar-putar mencari rumah sakit yang ada dokter mata sangat susah hari minggu, 3 rumah sakit dijabanin dan ga ada dokter yang praktek. Padahal waktu itu sedang hujan deras-derasnya. Akirnya telpon ke rumah sakit negeri yang ada di Yogyakarta, langsung datang aja dan langsung masuk UGD kata operatornya. Haduh kenapa ini ???
Sampai di rumah sakit, ngisi data administrasi dulu, habis itu baru masuk dan ditangani dokter umum, dan ada pertanyaan dokternya (dokter muda kalau menurutku) aneh, apakah pusing, dan mual. Lho ini mataku yang sakit bukan perutku yang mual apalagi mutah-mutah. Setelah dipencet-pencet kelopak matanya, suruh lirik-lirik segala arah dokternya pergi agak lama balik lagi dan tanya lagi pertanyaan yang sama, dan kujawab dengan jawaban yang copy paste juga, dokterny pergi lagi (entah kemana), lalu balik lagi dan bilang kurang lebih.... Ini mbaknya kena radang mata, dan bukan penyakit yang membahayakan, saya kasih obat tetes aja gimana, kalau sampai besok belum sembuh baru ke dokter mata, tapi misal belum manteb nanti saya panggilkan dokter mata. Akirnya kuputuskan untuk pilih pakai obat tetes. Selesai menggurusi administrasi langsung capcus ke apotek.
Kasih resep, tunggu panggilan, dan dipanggil dan mbaknya bilang kalau yang generik ga ada, adanya yang paten. Ya udah apa aja boleh, langsing pakai abis bayar, dan beberapa jam kemudian berangsur-angsur membaik :)